Sabtu, 30 Desember 2017

Sistem informasi geografis (SIG)

Sistem informasi geografis (SIG)



A.      PENGENALAN SIG
Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris: Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.
Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi.
Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah suatu sistem informasi yang dapat memadukan antara data grafis dengan data teks (atribut) objek yang dihubungkan secara geografis di bumi (georeference). Di samping itu, Sistem Informasi Geografi ini juga dapat menggabungkan data, mengatur data dan melakukan analisis data. Untuk selanjutnya menghasilkan output yang dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan pada masalah geografi. Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan terjemahan dari Geographical Information System (GIS).


B.       ARCVIEW GIS
Perangkat lunak Sistem Informasi Geografis saat ini telah banyak dijumpai di pasaran. Masing-masing perangkat lunak ini mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam menunjang analisis informasi geografi. Salah satu yang sering digunakan saat ini adalah ArcView. ArcView yang merupakan salah satu perangkat lunak Sistem Informasi geografis yang dikeluarkan oleh ESRI (Environmental Systems Research Institute). ArcView dapat melakukan pertukaran data, operasi-operasi matematika, menampilkan informasi spasial maupun atribut secara bersamaan, membuat peta tematik, menyediakan bahasa pemograman (script) serta melakukan fungsi-fungsi khusus lainnya dengan bantuan extensions (ESRI, 1996).
Saat ini ESRI telah mengeluarkan tiga seri ArcView yaitu ArcView 3.1, ArcView 3.2 dan ArcView 3.3 dimana setiap pengeluaran seri terbaru dilakukan penyempurnaan didalamnya. Sebelum menjalankan program ArcView terlebih dahulu user harus menginstal program ArcView ini. Program ArcView ini bisa diinstal di drive mana saja, bisa di drive C, drive D atau di drive yang lainnya.


C.    MENJALANKAN ARCVIEW GIS
Setelah program ArcView terinstal, langkah selanjutnya adalah menjalankan program ArcView dengan cara:
·      Klik Start
·     All Programs
·     ESRI
·      ArcView GIS 3.x
·      atau bila di desktop telah ada shortcut-nya tinggal Klik shortcut (ikon) tersebut.
 
Gambar 1. Tampilan Pada Deskop Anda

 
Gambar 2. Tampilan ArcView saat pertama kali dibuka

Tampilan pertama saat membuka ArcView adalah seperti gambar diatas. Dimana pada kotak dialog tersebut, user diberikan tiga pilihan dalam membuka ArcView:
·      with a new view: pilihan membuka ArcView dengan langsung membuka view baru.
·      as a blank project: pilihan membuka ArcView dengan sebuah project kosong.
·      open an existing project: pilihan membuka ArcView dengan langsung mencari project yang telah user buat dan simpan sebelumnya.

 
Gambar 3. Tampilan ketika pilihan “with a new view”

 
Gambar 4. Tampilan ketika pilihan “as a blank project”

 
Gambar 5. Tampilan ketika pilihan open an existing project


 
Gambar 6. Tampilan project denngan sebuah view yang baru


Sebuah Project Window terdiri dari beberapa komponen yang membangunnya, antara lain Views, Tables, Charts, Layouts, dan Scripts.
è  Views                                                                            

View adalah komponen ArcView tempat kita menampilkan peta (data SIG). View adalah sebuah workspace dimana kita dapat melakukan analisis data, memanipulasi data dan menampilkan data. Layer-layer yang terdapat pada peta kita disebut dengan istilah Themes. Dalam View, Themes ditampilkan di sisi kiri workspace, list tersebut disebut dengan Table Of Content (TOC).






i sisi kiri workspace, list tersebut disebut dengan Table Of Content (TOC).
Gambar 7. Tampilan Themes pada Sebuah Views

è  Tables
Table merupakan representasi data ArcView yang menampilkan data tabular. Table menyajikan informasi deskriptif yang menjelaskan feature-feature tentang layer tertentu pada suatu View (misalnya: lebar jalan, luas suatu kota, atau jumlah penduduk suatu kecamatan).
Setiap baris atau record dari suatu Table didefinisikan sebagai satu anggota dari kelompok besar. Sedangkan setiap kolom atau field mendefinisikan atribut atau karakteristik tunggal dari kelompok itu. 
Gambar 8. Tampilan Komponen Tables pada ArcView

è  Charts
Chart menampilkan data tabulaer secara visual dalam bentuk grafik. Chart juga bisa merupakan hasil suatu querry terhadap tabel data. ArcView menyediakan enam jenis grafik, yaitu : area, bar, column, line, pie dan x y scatter.

è  Layout
Menyediakan teknik-teknik untuk menggabungkan dan menyusun dokumen-dokumen dalam Project (View,Table,Chart) dan komponen-komponen peta lainnya seperti arah utara dan skala guna menciptakan peta akhir untuk dicetak atau diplot.

è  Script
Script merupakan bahasa (semi) pemrograman sederhana (makro) yang digunakan untuk otomatisasi kerja ArcView. ArcView menyediaakn fasilitas ini dengan sebutan Avenue sehingga pengguna dapat memodifikasi tampilan ArcView, membuat program, menyederhanakan tugas-tugas kompleks, dan berkomunikasi dengan software lainnya seperti ArcInfo dan lainnya.

è  Active, Visisble, dan Selected
Istilah Active, Visible, dan Selected adalah tiga istilah pada ArcView yang terkadang dapat membingungkan bagi penggunanya. Berikut adalah perbedaan dari ketingganya :
Theme yang Active diperlihatkan lebih menonjol pada Tabel Of Content. Theme yang active adalah theme yang akan diedit atau dianalisa oleh ArcView. Untuk membuat sebuah theme menjasi active, cukup pilih (klik) pada nama theme yang terdapat di Table Of Content.
Sebuah Theme dapat menjadi Visible (terlihat) dan Invisible (tidak terlihat), untuk membuat sebuah theme menjadi visible, cukup beri tanda cheklist pada kotak kecil disebelah nama theme yang akan diperlihatkan. 



 
Gambar 9. Tampilan Komponen Themes pada ArcView

è  Menu, Button, dan Tools



Gambar 10. Tampilan Menu, Button, Toolbox, Skala Peta dan Posisi Kursor pada ArcView


D.      STRUKTUR FILE PADA ARCVIEW GIS
ArcView memiliki format data tersendiri yang disebut dengan shapefiles. Shapefiles adalah format data yang menyimpan lokasi geometrik dan informasi atribut dari suatu feature geografis. Beberapa file ini memiliki extension yang berbeda-beda yang disimpan dalam workspace yang sama. Berikut adalah daftar beberapa file extension yang merupakan bagian dari ArcView shapefile:
(Catatan : tiga file extension pertama adalah bagian file extension yang harus ada dalam sebuah shapefile, file extension berikutnya sifatnya optional).
·      *.shp - File yang menyimpan feature geometri (diperlukan dalam sebuah shapefile).
·   *.shx - File yang menyimpan index dari feature geometri (diperlukan dalam sebuah shapefile).
·     *.dbf - File dBASE yang menyimpan informasi atribut dari suatu feature (diperlukan dalam sebuah shapefile).
·      *.sbn dan *.sbx – File yang menyimpan spatial index dari feature (optional).
·     *.fbn dan *.fbx – File yang menyimpan spatial index dari feature shapefile yang read-only (optional).
·    *.ain dan *.aih – File yang menyimpan index atribut dari field yang aktif dalam sebuah tabel (optional).
·      *.prj - File yang menyimpan informasi koordinat dari sebuah shapefile, file ini dapat muncul jika kita menggunakan ArcView Projection Utility (optional)

E.       BEKERJA DENGAN ARCVIEW GIS
è  Membuka data *.shp pada ArcView
1.    Buka aplikasi ArcView.
2.    Setelah muncul Welcome to ArcView GIS pilih radio button “with a new view” kemidian tekan tombol OK.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1FmgjNzFhm5823duul3h2rv0riOwIZkttoQGuFGsZQRNDTM-gQaLoryJ9QzmhHCCQDpg7nvsHGvacApeebsj4KoAfz7wE39lu-zshzD6fAqBt8goQt8FA5sthkhkj9hDtgdXBoHkaRLk/s320/12.png
Gambar 11. Tampilan Komponen Tables pada ArcView

3.    Pada kotak dialog konfirmasi pilih “yes”
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwrbmSHJnSOzt-6O1No00eRJAaPYcrlf15dB5rx554_nfEGFm9UscIxeIjxSAHaPzABF-wl6kSTxuBNOCwSZlWidwTDlgwaW5Q6h3tjz-yMgi6e9DDaktmA7FYjikWchPS1c_Vr7-GPDI/s320/13.png
Gambar 12. Kotak Dialog Add Data

4.    Cari lokasi tempat data *.shp berada. Pilih data yang akan ditampilkan, jika ingin menampilkan lebih dari satu data tekan Shift kemudian pilih data lainnya yang ingin ditampilkan.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWRcvXYIgAHqy5kModWYXC0HBx6SAnjCndruFdxKbVKLzN2IfQ09R5_4MWkWpsBOgD0PDrRtarVriHz2_NP13-v98y2utV1nmsXvuqa5K3MSRvcyxaD8iEOpAgTVAqxy5V9PG0W1EFTis/s320/14.png
Gambar 13. Tampilan Add Theme

5.    Setelah semua data yang ingin ditampilkan terpilih maka tekan tombol OK, sehingga akan muncul theme baru pada View Windows.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_rIeKQO1BAjUa0X6FN3cxbgo_KpsvV816SligFQh4RXEjeo1mJXdtGZCK_KBXl5k4kZJkdktgsnjABFW77yuedESK-ArJy2Va1A3DUTVidt8zQ9N_SeGP2gH2tDcPBjQ76xkjsROTwEE/s320/15.png
Gambar 14. Tampilan View Saat Theme Belum Diaktifkan

6.    Untuk menampilkan peta, aktifkan (centang) kotak yang ada di sebelah kiri views (themes)
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEuKhmpfDqYgGcepKvC8-Jq4hLwf-kjTNsOE3Guk9hUZ3Mbktrb9mJd_-u0Mvwyw9yuyGJKSQ8_crzXhC3HDckQCrVyPg97B1ZubmUWjkQ_qz3W_a1xxAkktSdkEr-OeZAeRX5_fD9gTw/s320/16.png
Gambar 15. Tampilan View Saat Theme Sudah Diaktifkan

è  Menambahkan data peta pada view
1.    Pilih menu View - Add Theme (legend/legenda peta) atau dengan menggunakan tool)
2.    Cari peta yang akan di tambahkan Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUsG0JGuIQ2rU94FMMjdytmD-mlgeJBxsk8i53evfTCPDzyWSbHfNYchcNFUbRxEc8lXIU7PCnVavL7azvbAY_bcgDEh075gnJ3ZgQ4RR_eUL55o5IW0atyGHhuflNdmvGwZEbqCLcWMU/s1600/59.png
Catatan: Theme yang akan ditambahkan harus memilki proyeksi yang sama dengan theme yang sudah ada, jika tidak maka peta tidak akan muncul.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj66tXAPNsux0vs2KS3m9Lv69z_8tKjOlEx8f3QirstRAFdYI-QuIvk4AaNuJ48sOYLSSQ1k-WG8sS35x8sle-TeUBFz_7SKbEtsFCFvDmkOx_9ALWyhqMDb_JkseM8gpkIqkbN2AO6-go/s320/17.png
Gambar 16. Tampilan Add Theme

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAz6JemsgsyNSdJLRnXe4vJygh13G24paZLXh3YiTWAa2zO8W73HdX4CN6KLRT-8YNJFEmF9hkyywsOX_7K1DjpNKdwkhsUrI3TlL8YJsPG2rQODe0tvH9zyTeuD4uvx0ACYnJ41p4Suc/s320/18.png
Gambar 17. Tampilan setelah theme baru ditambahkan

è  Menghapus Theme
1.  Pilih theme yang akan dihapus, misalkan kita akan menghapus theme “Aliran Sungai” yang sudah terseleksi seperti gambar 17.
2.    Theme yang telah dipilih akan kelihatan timbul atau agak menonjol.
3.    Kemudian pilih menu Edit - Delete Theme
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPfHbrBtHvMxdI5Nn_DTeQG2U9ckSxL2gtR00g4TuXzRZdVSLuX6ohp_svslDW43GyfcGyW90VTAbX-6f08xumspHkZrnru9f1CItymwH2rdoPm6q6mdZFF1iI4OiLYr8jlwGA0ixtd3o/s320/19.png
Gambar 18. Menu Delete Theme

è  Menampilan Skala dan Memberi Nama Pada View Window
1.    Pilih menu View - Properties, sehingga akan muncul jendela View Properties.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjm08oPP0muS5ha-O6umha-tg5Ar9vLQyIz1MRYSyGIJnOAfLfaiUH8UR7sjgPYkYWeb_TZawAb7RDsRvA_GAi5vLMNj6pfIpAfmZHU5eRbiM6CTlUrDsjQ-A9uS_M4jnvroFZkCqDO0kQ/s320/20.png
Gambar 19. Tampilan View Properties

2.    Ubah Name-nya sesuai pata yang yang ditampilkan.
3.    Ubah Map Unit dan Distance Units nya menjadi meter.
Catatan:
·      Pengaturan View ini bisa dilakukan setelah membuka View baru.
·      Setiap proyeksi mempunyai Map Unit yang berbeda. Untuk proyeksi UTM Map Unit-nya menggunakan meters, sedangkan untuk lintang bujur menggunkan Desimal degree

è  Cara Membuka Legend Editor
Cara 1
1.    Pilih Theme yang akan di edit sehingga kelihatan timbul.
2.    Pilih menu Theme - Edit Legend
Cara 2
1.    Pilih Theme yang akan diedit sehingga kelihatan timbul.
2.    Klik tools berikut (Edit Legend) Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw-jB_Mr_dPACEzBySF0AL_wTy0ottnLvFaHq9K2PZmWogqZVJP7UN8YzeMkbzBFjNn27Ija3CeSYYUBw5AmqHvhfgzYzQPVShtDswzZNKPe67EFGYDgS6_LeloTAoKzmUa3KXh645VWU/s1600/21.png

Cara 3
Klik dua kali pada legend/theme yang akan diedit
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh05qNTRSTnd-WdrXOsiAS_SlOxuvShT1-8sNaKOcZpfxmnbCZPqhMMHl7WkcUHmhq-uFZluBTAVS2HiYuN3cRvCFxXq6nUNEdAZQ-lazcSgcp4mGHFqRaiPp5lHfLEXRKeDq8Fm1k2noA/s320/22.png
Gambar 20. Tampilan Legend Editor

Dalam legend editor kita juga dapat mengubah-ubah model arsiran, warna, dan simbol sesuai dengan kaidah kartografi, agar peta yang kita buat mudah di pahami oleh pengguna. Kotak dialog yang digunakan untuk mengubah model arsiran, warna, dan dan simbol disebut dengan Pallete, yang terdiri dari Fill Pallete, Pen Pallete, Marker Pallete, Font Pallete, Color Pallete, dan Pallete Manager. Untuk mengaktifkan Pallete, klik 2 kali kotak simbol pada legen editor.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKCHJmjtxIUGp9BkKwOXMLHxSn4_WWY10jKs0NPIwHL9e3X5g5BtGVeJfsOzdFbAZwDZxvX4tSU4-VvtGYPrR5wXLnmXxMtbVCmijLU0_sy2hyphenhyphen207CBZaPUyi7oGrrlLPPbeqYQhHLcR4/s1600/23.png
a. Fill Pallete

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGWaSWeOunGUppMXSNwuYxPHZ6HNQsNtDLLa8T8cqSx85XfyCCaBnOnBQPOsQeqn7KnDY5QqTLTgspMboqTcDwKDpxGTKim9xjU8sruCjS8em7N_mGOcWJ0sDXhXMz1-902sALk3uLEV8/s1600/24.png
b. Pen Pallete

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPKNDbYyGNs3z9rcBt7fZb6_gx-TcZHMoxrcNuT6Twl4SuOuBjSYI8D-zeoSOKH1R6aGoeslq7vHgLz6Mc2IZfvYJTlYxmXc-vMdcDw_6dyiHBoDyswoOKsgz5RhHWmpSojgtewGT8xtg/s1600/25.png
c. Marker Pallete

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNoaKQqhkmwrbFB3MrYqs08HS7rAw8988nMj5QFXxoJ-gdfxlZch-SltBS5SvGgLBrtVjhJMc17u50B9f81FDfk0b4Y-Schl_hZx-j9zfy1NYdylk3dCzTygdp6UnqNUUBTB3NN4j7n0k/s1600/26.png
d. Font Pallete

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi60R2l_a2Tz5T2Tl7c_02Y15avnLf57fMs5CApzy3yOjQgz1fg7z20MGVcWWFrb1_O4FN7pjZKYE0KlSoPGJQdRvoeoezB-jL7XbKe-0kTX-ZeGLE36ElzVkVwpmDcHTmXwxS6aqS602Y/s1600/54.png
e. Color Pallete

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilsVIRZ-GVFWI-k5QfFYccfmIKdniJPFIYwJ-IXviWgF5DoXVtTkwGuKLrCwGORApuBwIP6bW-PeEIMgFu1-21EadqP4f5SjZIXoU_piB-pwaUi9BlL_KprYa6IGJAoTYEbW9A8gZtZSo/s1600/28.png
f. Pallete Manager
Gambar 21. Tampilan Isi dari Legend Editor

è  Memberi/menghapus Label
1.    Pilih theme yang akan diberi label.
2.    Dari menu theme, pilih auto-label, maka akan muncul jendela auto-label.
3.    Pada combo box “Label Field”, pilihlah nama field yang akan ditampilkan sebagai label di view.
4.    Pilih OK, maka akan muncul label pada theme yang dipilih.
5.    Untuk menghapus label, dari menu Theme pilih Remove Label.

è  Mebuka Data Raster
1.    Aktifkan ekstensi “JPEG (JFIF) Image Support”.
2.    Caranya dari menu File - Extensions, sehingga akan muncul window berikut:
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsY-oc_2Sr0CjgwnAjAEFeX_8yPbkaf_lhGeMWHZBL0ghQAAa6OSARThXAANLv6oxoHK4xyU2Mvk6tFoQnSYN4S9x10syFp4unJ8uHpQE-FiIcxmLYq_yOGWC3OT-kmbBbjLqHAH0oDos/s320/29.png
Gambar 22. Tampilan Extensions

3.    Dalam Available Extension, cari dan centang ekstensi “JPEG (JFIF) Image Support” kemudian klik OK.
4.    Untuk membuka data raster, dari menu View pilih Add Theme, ubah Data Source Types menjadi “Image Data Source”.
5.    Selanjutnya arahkan ke dalam direktori tempat data raster berada kemudian pilih data raster yang akan dibuka lalu tekan tombol OK.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyyLuwGBjYn2evPtu_vOAueA5yxxOvt8Lzo9hD0UmlFp9ojhJ8vEXjg40Ie12eNVQqDG1gWD1jYABrkuJtahcD8CeSSleF1sEMOj_aS5E_rqbUMqQDhEo9du_ueGfIgRt0rZtgPcJFwRk/s320/30.png
Gambar 23. Tampilan Pilih Data Raster

6.    Beri centang pada theme data raster tersebut untuk menampilkan ke dalam view window.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJNVpwOXYTp12VSNUAIiu7NRB_17WEUcBYtQttOSsRAfRTZQXdsIuosyDP4hJiemsEx0jNI0UeYf_sZMXPicIE5rl7ff0vqaAmSPFDTIvPByXeNgqGsk0bRzPatCwh6SDP8iAoStbi_rg/s320/31.png
Gambar 24. Tampilan Data Raster

è  Menyimpan Proyek
1.    Pilih File - Save Project As.
2.    Simpan projek pada folder untuk menyimpan file *.shp yang dihasilkan ArcView.
3.    Usahakan tempat penyimpanan folder dan peta berada pada root drive seperti di drive C atau D
4. Untuk backup data, folder penyimpanan di drive C atau D bisa dicopy ke flash disk, namun untuk membuka file ke ArcView lagi, jangan lupa copy-kan dulu folder ke drive C atau D



"MASUK KETAHAP DIGITASI"

  1.1    DIGITASI POINT
A.      DIGITASI POINT
Digitasi merupakan salah satu cara untuk memasukkan data spasial dalam sistem informasi geografi. Digitasi merupakan proses alih media dari cetak atau analog ke dalam media digital atau elektronik melalui proses scanning, digital photograph atau teknik lainnya. Digitasi adalah pengambilan data dengan cara menelusuri peta yang telah ada dengan menggunakan meja gambar yang disebut Digitizer Tablet atau mengikuti gambar hasil scanner/penyiaman di layar monitor yang disebut dengan On Screen Digitizer.

è  Langkah-langkah Digitasi Point :
1.    Buka ArcView buat project dan view baru.
2. Tampilkan gambar raster yang sudah di-georegistrasi atau gambar raster dengan ekstensi *.jpg pada view dengan cara pilih View - Add Theme. Cari folder tempat gambar raster berada, ubah Data Source Type nya menjadi Image Data Source dan pilih gambar raster-nya kemudian tekakan OK.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKOSmf3J3Bx-0dVn61QUgg2JTuGKqY8u9Tw4DDCxXLKjefyITWDevRkUNgB1Qzxy9qo-ywGkMNr2Nn26YF1WNo_jpJc9TrwNmUW8vMfKMDOP5cKYqDgJ6wlkL8jkfWAYSpEEvfAee4G_U/s320/32.png
Gambar 25. Mengambil Data Raster Sebagai Gambar Contoh

3.    Seperti biasa untuk menampilkan gambar, centang pada theme-nya.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7UCYwUyebIRXlnzDauPKW2wr8TPpzlTp-ILoTxXrwiQfn_gFuqAaJQp-hrroLPOBm52Un9bdDaYDRJQPqfkVwfi9UrF8mDW4i2cY6x8HDOjkOAFfKJ633FmevaB69vwxeaenq1SrrPuY/s320/33.png
Gambar 26. Data Raster Sebagai Gambar Contoh

4.   Buat Theme baru yang bertipe point dengan cara pilih menu View - New Theme – pilih Point.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPhw6iCKvttx_MGqXym0XgXeFEAfArCmQAdtST7OWfClgBcO654ObNaOIgw2dYuJSO9AgHKGRChwnu6_cZDbWJRpx_-zpdskPNVXTPZbrC9bNIvEL7aYtNVYP_dwMDeRExdk-p5QlGdVw/s320/34.png
Gambar 27. Tampilan New Theme

5.     Kemudian tekan OK dan simpan file di folder yang sudah disiapkan di drive C atau D, kemudian Theme Baru yang bertipe Point akan muncul pada view.
6.  Theme Point dalam keadaan editable, hal ini ditandai dengan garis putus-putus yang ada di sekeliling chek box.
Note: Editable = bisa diedit/diubah.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhHjM8Ucpt2Wemtt1FzuCvvXdhDSGTm5uKavVM6g3KwI_kuBD0P_TukRCpl2BJkTuE3Mf7JE_az8B_jOJqwBunvd44K33S47j0YpFQpYCoNwiajcOLq_jUufO4eQCfTn3QEmaAeeiKXaQ/s320/35.png
Gambar 28. Toolbox Editable

7.    Kemudian untuk menggambar Point pilih toolDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghdMFsCASwcveJkZtOF1nvhYhmy9p9o5MhDulrBzy-V1dpmBAwgKcExPR0QUXSPS0zmgWUYp4Vqr8dRz5Vu_St9XO3A_JtXpcAmWAH5bL-Ern1PStu50gaLGVeKRhv5vfDCOPAOZrkheA/s1600/56.png untuk melakukan digitasi point.

8.   Untuk menyimpan pilih menu Theme - Stop Editing dan digitasi akan tersimpan. Setelah di-stop editing maka garis putus-putus pada chek box akan hilang.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBG5T7BJerOWbO4kfFx0KbLpqWw3-LS3_8KpkZT4ckY9znNT_NvuhwDotpUkOXNAv6cD2pvHoMSqoItNqGOra_14RROCbyKQp4QL4fCmNjzWGNNRV_T3mXP5jj1U5FrWfVWuODpFad3ss/s320/36.png
Gambar 29. Tampilan Hasil Digitasi Point

è  Mengisi Data Attribute/Tabular dari Theme Point
1.  Untuk membuka data tabular dari suatu theme adalah dengan memilih menu Theme - Table, atau pilih button Open Theme Table (Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRP25udJpMTcma7Zs047VkAuZRstPhn53Z4vLjaclCkf8xhyphenhyphenY3vOe1_3HN8PCSpuvIxHtbvUp6O9k3KoFsFI25ZldZzp5HEPmtshXUFsB98D7udXlyb-B8Djx39TtLzlgY5EouG0n0lAU/s1600/55.png).

2.  Untuk mengedit tabel, pastikan tabel dalam keadaan editable yang ditandai dengan model tulisan tegak pada field-fieldnya. Cara untuk mengaktifkan field adalah dari menu Table pilih Start Editing.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYehKCguvcqwoW0-pq3TDWNvT_tlcrFz8F7RxLLZn7cDBmvB84ivz4GZzdvUCNxX2xOPtgpi1fucJoeD9arDqxmRQKY6_bWtn6Oc7EzAQ40hmX9yOnDb8ejKbOWUBGk-kwSc5-4-V4Skw/s320/37.png
Gambar 30. Tampilan Menu Start Editing

3.  Agar bisa mengiskan data kita butuh menambahkan field atau tabel baru pada tabel. Untuk menambah field pada tabel pilih menu Edit - Add Field. Jangan lupa untuk mengedit.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicCsXnmEToUeL2bz0JEfltTBuHHBuCjuHzqlR_zC_MmNNbnkn1HD3p7wXgHgTSBCIOBl26AsICRyrIrvYZugxllDwoJrSas4YNPQKgmeTxVvCIRQzAf0dtOJpQ0I84edefsqPB9ma2uT8/s320/38.png
Gambar 31. Tampilan Field Definition

4. Apabila recordnya kurang, kalian bisa menambah recordnya, dari menu Edit - Add Record (Ctrl+A).
5.    Untuk menulis atau menedit tulisan pada record, pilih button Edit (Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7T0xfMNoLzzZs3Ow3ZXsXLWL3Gwbu7jce8VmSPLmdgwDJ2-Te8zkKgEiOm2ElzospUiERjNtH4Db-AENeaWlbxaRDaU_quC9S_IlQ1echSFCDkCb2TJ3HSqjUuYjtF5zGcDnQNzGU3B0/s1600/57.png).

6.   Jika sudah selesai diedit, kalian haru menyimpan hasilnya dengan cara pilih menu Table - Stop Editing - dan pilih Yes.


  1.2    DIGITASI LINE
A.      DIGITASI LINE
Digitasi line hampir sama dengan digitasi point, hanya saja yang digambar kali ini adalah bentuk line atau garis. Seperti yang sudah dibahas mengenai Pengenalan SIG data line memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
·      Koordinat titik awal dan akhir.
·      Mempunyai panjang.
·      Tanpa luasan
Line/garis adalah feature yang dibentuk oleh sekumpulan koordinat yang saling berhubungan. Menggambarkan feature linier di peta yang terlalu sempit untuk digambarkan sebagai luasan. Atau untuk menggambarkan feature yang tidak mempunyai lebar, seperti garis kontur, jalan, dan sungai.

è  Digitasi Line
1.   Buka ArcView buat project dan view baru atau teruskan proses digitasi dari project sebelumnya.
2.   Tampilkan gambar raster yang sudah di-georegistrasi atau gambar raster dengan ekstensi *.jpg pada view dengan cara pilih View - Add Theme. Cari folder tempat gambar raster berada, ubah Data Source Type nya menjadi Image Data Source dan pilih gambar raster-nya kemudian tekakan OK.
NOTE: Cara menampilkan data raster sama dengan tutorial sebelumnya.
3.    Buat Theme baru yang bertipe point dengan cara pilih menu View - New Theme – pilih Line.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGA-zReZklbgiTk5TWs1ut6syZaJw42qUcAQ0SCW8-WxgJI__Qooj0uvCU3tBV1g9kvj6WoqoIHSlms1C3wQ9kdCI09Re-i5z65HW3wGuyJb8buLfGv1h_7IQssbzTC8xfipSuKnh71PY/s320/39.png
Gambar 32. Tampilan New Theme Line

4.   Kemudian tekan OK dan simpan di folder yang sudah disiapkan, kemudin Theme baru yang bertipe Line akan muncul pada View.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyTnTs3d_HP8JCbf-QfvnBeACOd_FcyAMrcRyyJ0dCwMivfcM3mabROA07a41eowNxsRQjmQqx5DlF6JXP2xOWNN_Ii0URNtLd33SzHEgXOcsALdulVZravs1uc04MBiJGJuoFUK66D3s/s1600/40.png
Gambar 33. Tampilan Theme Line yang Editable

5.      Sebelum menggambar Line, harus diaktifkan dulu beberapa tools, salah satunya aktifkan snapping yang berfungi untuk menyatukan garis secara otomatis. Caranya adalah pilih Theme - Properties pilih Kotak Editing.
6.   Pada kotak Snapping centang General dan Interactive, serta isi tolerance masing-masing sesuai dengan kubutuhan. Misal dalam proyek ini masing-masing isi dengan 10.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhT_4x0DtROixrRjhkqj-upE3J6poUqeHOFsyhX-VD3FPZxxfB_12Za9yz27BWmynRup934TaGwtMTC3iITZlhujkOlequq2Hy4LPc13AdGBCKHI_tF81gtWgnIrXX94FCohJw22ydxaIg/s320/41.png
Gambar 34. Tampilan Theme Properties – Editing

7.   Untuk digitasi line bisa menggunakan tool Draw Line ( Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia0FNcH4BJY6ZUbQJPrj9zhTsptxTLx07f8VxradpEPE9s8D8kdDpAkuwLPXPiLxcbMfnMKEPeZ18YCu8pX7rH3tnB5z2BjxSBAiC6O4id0g0N3SJbnlQzVFfAIlo2jZF7xgZmr3nIyy8/s1600/42.png ) yang digunakan untuk membuat garis dan tool Draw Line to Split Feature (Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH0Vh0ctuCiDI-6ZtXRUEVVI8Il9whjHrof9qJd26FzhAmBPR4mCgxEaOG-mO5RAE51yCaDoFYtm5lVKlEehratgGo9uhmZInf3sbhobqGxojAcQPl96f6M-2q5jo2Y7LolwTygv5Ls9U/s1600/43.png ) yang fungsinya untuk memotong garis.

8.    Untuk menyimpan pilih menu Theme - Stop Editing dan digitasi akan tersimpan. Setelah di-stop editing maka garis putus-putus pada chek box akan hilang.
9.  Setelah selesai menggambar line atau garis lanjutkan dengan mengisi data atribut dari garis yang sudah digambar. Apabila kita menggambar garis untuk merepresentasikan jalan maka data atribut yang dimasukkan juga yang berhubungan dengan atribut data jalan seperti nama jalan, panjang jalan, dan lain-lain.
NOTE: Cara mengisi data atribut line sama dengan data atribut point yang sudah dijelaskan sebelumnya
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibNo52_5FuUfSN61ayNTzGy61Fg218IroMTX1pHOLm9v64Hk_DuwEOSWqYCEi1mbNtMUwQ0uBOZVIp0mbC3l31Y3eNC8D-P11PPRV3anjuByZABWmJ7epJ2X3Ssu5dgGSn3IQWqMtMfOU/s320/44.png
Gambar 35. Tampilan Digitasi Line yang Sudah Jadi

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7lgtIeH0IQOUEhtuzjCXmL003FRVGBRa496Edb8Ow424rC0r_sze_igf17veIxg4eCtZEbtnfI5bl8r6GhFAru9oyu0N0agYA0rFc-du3fAmjipbShY1UZz0CQH7r83LLaeezYAbdvcA/s320/45.png
Gambar 36. Tampilan Data Atribut Line


  1.3    DIGITASI POLYGON
A.      DIGITASI POLYGON
Sama seperti materi pengenalan SIG, polygon/area adalah feature luasan yang dibentuk dari garis yang tertutup menggambarkan suatu area yang homogeny. Biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu feature seperti batas negara, kecamatan, desa, dan danau.
Format polygon:
·      Koordinat dengan titik awal dan titik akhir
·      Mempunyai panjang
·      Mempunyai luasan

è  Digitasi Polygon
1. Buka ArcView buat project dan view baru atau teruskan proses digitasi dari project sebelumnya.
2. Tampilkan gambar raster yang sudah di-georegistrasi atau gambar raster dengan ekstensi *.jpg pada view dengan cara pilih View - Add Theme. Cari folder tempat gambar raster berada, ubah Data Source Type nya menjadi Image Data Source dan pilih gambar raster-nya kemudian tekakan OK.
NOTE: Cara menampilkan data raster sama dengan tutorial sebelumnya.
3.   Buat Theme baru yang bertipe point dengan cara pilih menu View - New Theme – pilih Polygon.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjW146OrdKu0linpVk7SNFoeQcQZisMO4fy-yAqlaR7rjfdnu5nveE7tQNBlzkTeBZ76S7TbRMew-ClQW4plfOtRiT6K7Eg6D42kdr7w47Hr8FD3aLQIHw0v9rnlKSFBhKAVPqd0banoQ/s320/60.png
Gambar 37. Tampilan New Theme Polygon

4.  Kemudian tekan OK dan simpan di folder yang sudah disiapkan, kemudin Theme Baru yang bertipe Polygon akan muncul pada View.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgukRVyDpOBIV0avsXtiXAbEJk35G9FHII5_c46orx5hJzHRXY0aB_km8QcXGd3KGnDbD0NOLYIwt9pVrzz4bE5V0H7SJlWmX9iN1SiqjSqNm5nLbNFQ0ded0-qAhJHCEOWtFJ5C-ApTsE/s320/47.png
Gambar 38. Tampilan Theme Polygon

5.    Tool/Icon yang digunakan untuk digitasi Polygon antara lain:
a.Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgszt0wSdNXsPQH3bEg0pQwEuM9ik-n5wyT_UdaZ8o9dG4alTt3B_K-ZCM3SY1Ccs9QEa31eF14iZnH_imGdVM3F7g8iJd5Wf8sZ_XPVHarJJc59NFcujweTD403ucSLcnXC9pernI7_nY/s1600/48.pngDigunakan untuk membuat segi empat .
b.Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkTC00wdIZ4N5CN99thjuP9SDC9ALCzam4yRiEgLbWDkFSbyPHITOzjS6yc2MzLZKKQQ6Oi124kHp9UateIDvPSwJe5HqwcWXQt2KqrAlYdN1YBqZOExZbcZ_qXhN5afb4irohWFuqOeY/s1600/49.pngDigunakan untuk membuat lingkaran.

c.Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyqSGwDieVplbQYX7cMtciJ4V2PFOVrwvMbEvrBCe9vqCawq0JDc-p2JTBz20Ye-5n523wVCjf0DzweWWG34xZGkVj1tgTMZGbxM1OkanxsAFB2Xu3Hq38ucXw51TK6tdzI0UeX26s914/s1600/50.pngDigunakan untuk membuat polygon.
d.Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBFccqB5M80ASlQLgGL2xjdNlcys_w4pWshddxXmzIibZ6bM4y-BiEnipkaEnIBSsMXLz8GeFXbrErSh5ygeAd5kyaI9jyimg_qoYL_6304WQ-tSxKV7aONb9MDhyphenhyphen1Y3nN8NkKXTlYzWw/s1600/51.pngDigunakan untuk memotong polygon.
e.Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgebVp3tZC4I7KxhIj8bQPmHVyiCjtbmsQY0I2KhHc1pwp99_EcjSfsNaDkfFh38_rOGoWMBEjlCm2CXBkrJG0pD0dTHRfYj79xviCnRML4XC8oqjHb9cCkaUDf7-xqSlmuF3sY3XskIhI/s1600/52.pngDigunakan untuk membuat polygon yang saling berhimpitan.

6.   Untuk menyimpan pilih menu Theme - Stop Editing dan digitasi akan tersimpan. Setelah di-stop editing maka garis putus-putus pada chek box akan hilang.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgsfvB957bwxyaUne4VJX44JPgZNRoGnQbcXK8eNwhd5xayCxeeGSBM87ViGks78wg8B7EWixsVzclnuBAJX5GxW6UYW00wA8rOV7YAthlWN3PFzUfyrsUdWyaOhla2-BLuKeIGvBsAO0/s320/53.png
Gambar 39. Tampilan Digitasi Polygon yang Sudah Jadi

è  Editing Data Vector
1.      Pilih dulu theme yang akan di-edit dan jangan lupa aktifkan theme tersebut.
2.      Pilih menu Theme - Start Editing.
3.      Pastikan disekitar kotak chek box terdapat garis putus-putus yang menandakan theme tersebut telah siap di-edit.
4.      Langkah-langkah di atas berlaku untuk semua tipe data baik Point, Line, atau Polygon.